Cari Blog Ini

Senin, 26 Desember 2016

Cegah DBD dengan Satu Rumah Satu Jumantik

Demam berdarah dengue atau DBD nampaknya masih membutuhkan banyak perhatian dari masyarakat dan pemerintah. Karena sampai saat ini setiap kali musim hujan ataupun pancaroba datang, ada saja beberapa wilayah yang masih terkena serangan penyakit ini. Bahkan tak jarang kasus demam berdarah dengue yang terjadi akan menimbulkan wabah atau kejadian luar biasa (KLB) dan menelan banyak korban khususnya dari kalangan anak-anak. Untuk menyikapi hal tersebut pada akhirnya pemerintah mencanangkan suatu gerakan yang dinilai dapat menangani kasus ini dengan lebih efisien yaitu Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik guna menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat DBD.

Jumantik, Si Juru Pemantau Jentik

Jumantik sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru di dunia pencegahan demam berdarah dengue. Jumantik singkatan dari Juru Pemantau Jentik, yaitu merupakan anggota masyarakat yang secara sukarela memantau keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di lingkungannya, melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk atau PSN secara rutin, serta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan masyarakat menghadapi demam berdarah dengue (DBD). Pada tahun-tahun sebelumnya, gerakan jumantik memang sudah diterapkan oleh pemerintah. Penerapan jumantik ini awalnya dilakukan dengan menunjuk sebanyak dua atau tiga orang anggota masyarakat yang berasal dari lingkungan sekitar untuk memantau perkembangan jentik nyamuk di satu kabupaten. Orang yang ditunjuk ini kemudian disebut sebagai kader jumantik. Biasanya mereka diberikan pelatihan terlebih dahulu oleh petugas kesehatan setempat.

Dalam praktiknya memantau suatu wilayah, para jumantik memiliki tugas yaitu:

  • Mengecek keberadaan jentik nyamuk di tempat penampungan air dan tempat yang dapat digenangi oleh air bersih serta memastikan tempat penampungan air dapat tertutup rapat. Untuk tempat penampungan air yang sekiranya sulit dikuras/dibersihkan akan diberi bubuk larvasida (abate) di sekeliling tempat penampungan air.
  • Mengecek keberadaan pakaian yang tergantung di dalam rumah dan memberikan informasi kepada penghuni rumah tersebut agar sebisa mungkin menghindari kebiasaan menggantung pakaian.
  • Mengecek kolam renang dan kolam ikan agar bebas dari jentik nyamuk.
  • Menyambangi rumah kosong atau yang tidak berpenghuni untuk mengecek jentik nyamuk.
  • Bertanggung jawab untuk melakukan pelaporan secara rutin dan berkesinambungan ke petugas kesehatan, instansi terkait, ataupun elemen masyarakat setempat yang berwenang.
Tetapi mengingat angka kejadian demam berdarah dengue dan wabahnya yang masih saja tinggi, pemerintah pun kini menginginkan gerakan jumantik tidak hanya dilakukan oleh beberapa anggota masyarakat saja, melainkan dalam satu rumah terdapat satu orang jumantik. Alasannya karena tidak semua orang luar dapat masuk ke dalam rumah terlebih daerah pribadi seperti kamar mandi. Dengan kata lain, pemerintah ingin seluruh masyarakat terlibat langsung dalam pemberantasan penyakit ini, sehingga tidak hanya mengandalkan petugas kesehatan setempat saja.
Penerapan gerakan satu rumah satu jumantik ini diharapkan dapat mempersempit perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti terutama jentik nyamuknya. Membasmi jentik-jentik nyamuk dinilai lebih mudah dibandingkan mengendalikannya saat sudah menjadi nyamuk dewasa, sehingga sangatlah penting bagi setiap keluarga di rumah memiliki satu orang yang rutin memantau jentik di berbagai tempat penampungan air. Dengan berkurangnya jentik nyamuk maka jumlah nyamuk dewasa penular demam berdarah dengue akan berkurang yang selanjutnya akan mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat penyakit ini.

Demam berdarah dengue adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue dengan media penularan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Gejala penyakit ini antara lain sakit kepala berat, sakit pada sendi dan otot, radang perut, mual, muntah, diare, pilek ringan disertai batuk, dan munculnya ruam merah pada kulit. Jika gejala tersebut ditemukan pada seseorang atau diri sendiri, Anda dapat mengeceknya dengan alat cek demam berdarah dengue. (pf) Sumber : MEDICALOGY TEAM BERITA KESEHATAN

Sabtu, 24 Desember 2016

Sejarah Hari Gizi Nasional

Hari Gizi Nasional di Indonesia diperingati setiap tahunnya pada tanggal 25 Januari, untuk tahun 2016, Hari Gizi Nasional Jatuh pada hari Senin besok. Pentingnya Gizi dalam kehidupan sudah diperkenalkan oleh Bapak Gizi Indonesia almarhum Prof. Poorwo Soedarmo sejak awal Kemerdekaan. Beliau kala itu diangkat oleh Menteri Kesehatan Dokter J Leimena untuk mengepalai Lembaga Makanan Rakyat (LMR). Waktu itu lebih dikenal sebagai Instituut voor Volksvoeding (IVV) yang merupakan bagian dari Lembaga Penelitian Kesehatan yang dikenal sebagai Lembaga Eijckman. Hari Gizi Nasional pertama kali diadakan oleh Lembaga Makanan Rakyat (LMR) pada pertengahan tahun 1960-an, kemudian dilanjutkan oleh Direktorat Gizi pada tahun 1970-an hingga sekarang. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperingati dimulainya pengkaderan tenaga gizi Indonesia dengan berdirinya Sekolah Juru Penerang Makanan tanggal 26 Januari 1951. Sejak saat itulah pendidikan tenaga gizi terus berkembang pesat di banyak perguruan tinggi di Indonesia. Kemudian disepakati bahwa tanggal 25 Januari di peringati sebagai Hari Gizi Nasional Indonesia. Itulah Sejarah Hari Gizi Nasional Indonesia yang setiap tahunnya diperingati pada tanggal 25 Januari. @ kahfi2016.

HARI GIZI NASIONAL 2016

Hari Gizi Nasional (HGN) yang diperingati setiap tanggal 25 Januari kini memasuki usia ke-56. Tema HGN tahun 2016 ini adalah Membangun Gizi Menuju Bangsa Sehat Berprestasi dengan sub tema Percepatan Perbaikan Gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Hari Gizi Nasional (HGN) merupakan momentum penting dalam menggalang kepedulian dan meningkatkan komitmen dari berbagai pihak untuk melaksanakan Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi dan pencapaian Indonesia Sehat. HGN tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan dengan melibatkan semua para pemangku kepentingan untuk secara terus menerus melakukan sosialisasi dan advokasi percepatan perbaikan gizi terutama pada 1000 HPK. Acara puncak dan workshop HGN ke-56 Tahun 2016 diikuti oleh sekitar 400 peserta diisi dengan kegiatan workshop yang membahas Summary Lancet Breatsfeeding Series in Indonesia oleh UNICEF; Implementasi Pelayanan Kesehatan Masyarakat; Penayangan video kampanye Gizi Tinggi Prestasi; Penyerahan Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) 2015 dan Cakram Gizi Seimbang kepada Menteri Kesehatan RI. Pada kesempatan tersebut, apresiasi tinggi disampaikan kepada: 1) UNICEF atas kepercayaannya memilih Indonesia untuk ekspose Lancet Series on Breastfeeding. Harapannya adalah Indonesia dapat mencapai salah satu target global gizi yaitu Meningkatnya Cakupan Pemberian ASI Eksklusif menjadi 50% di tahun 2025; 2) Millennium Challenge Account-Indonesia (MCA-I) atas dukungannya dalam pembuatan Kampanye Gizi Nasional dengan slogan Gizi Tinggi Prestasi. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dan para pemangku kepentingan bahwa dengan gizi baik maka anak akan tumbuh tinggi sehingga mampu mencapai prestasi di masa yang akan datang; dan 3) PERGIZI PANGAN atas inovasinya dalam membuat Cakram Informasi Edukatif Gizi Seimbang sehingga memudahkan masyarakat dalam menerapkan perilaku gizi seimbang dalam perilaku pemilihan makanan sehari-hari. @kahfi 2016